Senin, 19 November 2007

Mengintip Silaturrahmi I TDA Cipasera



Jam menunjukkan 10.20 Wib ketika saya sampai di Rumah Madani, ITC BSD. Saat itu yang sudah hadir adalah Pak Hakiem, sebagai sahibul baits, Pak Yanto, Pak Ichsan Sabry, dan Pak Andri Irwan. Saling memperkenalkan diri. Dan beberapa menit kemudian Pak Widoyo turut bergabung.

Jam 11 lewat, kami berpindah ke tempat acaranya Bu Ning Harmanto, didepan Ramayana. Disini kami disambut langsung dengan hangat oleh Ibu Ning Harmanto dan Bapak Harmanto. Acara ini dihadiri juga oleh beberapa teman dari TDA Health. Serta tampak pula Bpk Eko Jun, Moderator TDA.





Cukup menarik dengan penjelasan Ibu Ning dengan adiknya Ibu Alexia seputar herbal di Indonesia. Yang ternyata bisa menjadi alternatif pengobatan yang dapat diandalkan. Beberapa teman juga menemukan solusi terhadap masalah kesehatannya yang ternyata sebenarnya dengan mudah bisa diatasi dengan jurus-jurus herbalnya Bu Ning.

Setelah sesi pertama acara Bu Ning Harmanto, kembali kami mengadakan pertemuan di Food Court ITC BSD. Pertemuan dengan agenda utama pembahasan seputar Mastermind yang akan kita bentuk nantinya. Turut bergabung juga Pak Adang dari TDA Health sebagai pengamat.





Walaupun pertemuan ini belum merupakan Mastermind, tapi ternyata cukup banyak sharing yang dilakukan oleh teman-teman. Sebagian dari sharing itu yang bisa saya ingat adalah:

Pak Hakiem, Madani Boutique, menceritakan perkembangan bisnisnya secara lengkap. Bagaimana actionnya yang nyemplung langsung ke dunia bisnis dengan mengajukan resign dari TDB. Kemudian memanfaatkan kekayaan resources yang ada di TDA dalam membangun bisnisnya di garment. Perjuangannya dari sama sekali tidak mengerti tentang garmen dan kemudian dengan belajar sambil berjalan sampai memperoleh hasil yang cukup menggembirakan. Bermula dari satu outlet dalam hitungan bulan sekarang sudah memiliki dua outlet... Berawal dari Ritel, menjadi sub agen dari satu produk, sampai sekarang menjadi distributor sebuah produk busana muslim untuk wilayah Tangerang. Bagaimana upayanya dalam membangun jaringan dahulu sehingga menguasai pasar. Serta fokusnya sekarang untuk dapat memproduksi satu Brand sendiri sehingga akan mengurangi ketergantungan kepada brand yang sudah establish. Sangat Inspiratif...

Pak Ichsan Sabry dengan bisnis ronce kembangnya yang cukup unik. Yang pada pertemuan kemaren mendapatkan AHA bagaimana mem-blow-up sebuah produk dengan menggunakan kekuatan media masaa.

Pak Yanto dari Dua Sejoli dengan pengalaman nya yang cukup lengkap dalam dunia garmen. Membantu kami yang biasanya melihat dunia garmen hanya di hilirnya saja, untuk dapat juga melihat seperti apa pemandangan yang ada di sisi hulu. Yaitu memandang dengan kaca mata produsen garmen. Bagaimana menghasilkan sebuah produk baru. Step apa yang mungkin paling masuk akal dapat dilakukan saat ini jika ingin memproduksi sebuah brand. Serta pengalamannya dalam menghasilkan produk unik untuk segmentasi tertentu baik di garmen maupun di handycraft.

Pak Andri Irwan dari TDA Finance yang menceritakan bagaimana perkembangan TDA Finance saat ini. Kemungkinan apa yang bisa ditawarkan TDA Finance dalam membantu usaha teman-teman TDA. Alternatif-alternatif pembiayaan, yang lebih sebagai jembatan bagi teman-teman yang kelebihan dana dan teman-teman yang membutuhkan dana.

Pak Widoyo, bercerita tentang pengalaman beberapa bisnisnya. Terutama di jasa maintenance antena, salah satunya adalah yang biasa kita lihat di atm-atm. Bagaimana menguntungkannya bisnis ini. Tentang Ruko-ruko yang beliau miliki serta rencananya kedepan terhadap ruko tersebut.

Pak Adang bercerita tentang kesalahan kalau tidak fokus dalam bisnis sehingga sulit berkembang yang malah akan mengahabiskan biaya dan tenaga.

Setelah usai sharing, acara diakhiri dengan menentukan dimana pertemuan berikutnya. Diputuskan pertemuan berikutnya pada Sabtu pagi di Taman Kota 2 BSD. Sifatnya masih tentatif.




Kemudian kembali ke tempat Bu Ning untuk pamitan dan berfoto bersama. Bu ning sempat share tentang even-even beliau kedepan yang akan menggandeng TDA Srikandi.Dan keinginan untuk berkolaborasi dengan rekan2 TDA di garmen dengan mengadakan fashion show terlebih dulu sebelum acaranya berlangsung, yaitu dengan menggunakan busana dari teman-teman TDA

Jam menunjukkan kurang lebih 15.30 ketika saya meninggalkan halaman parkir ITC BSD. Energi kembali bertambah untuk melangkah... Terima kasih teman-teman....


p.s. Foto-foto diabadikan oleh Pak Yanto

Comments :

0 komentar to “Mengintip Silaturrahmi I TDA Cipasera”